Kesaksian pelaut Belanda pada abad ke 17.
Gambaran yang paling kuno tentang bentuk mesjid di Jawa secara tertulis di dapat dari buku: Oost Indische Vojage (1660), Der Mooren Tempel in Java” yang ditulis oleh Wouter Schouten (Graaf,1998:157; Lombard,1994:122). Schouten menggambarkan bangunan mesjid di Jepara6 pada abad 17 tersebut sebagai bangunan konstruksi kayu, lima lantai, dan diikelilingi oleh parit. Atapnya runcing dan dihiasi oleh ornamen.
Tiap lantainya bisa dicapai dari dalam dengan tangga kayu. Di buku tersebut juga terdapat gambar dari kota Jepara dilihat dari arah laut, dimana bangunan mesjid tersebut merupakan bangunan yang tertinggi di Jepara waktu itu.
Sayang sekali bahwa dalam tulisan Wouter Schouten tidak dijelaskan secara mendetail tentang mesjid kuno tersebut. Bangunan mesjid kuno di Jawa pada umumnya dikelilingi oleh kolam. Kolam tersebut biasanya juga digunakan untuk air wudu ketika akan sembahyang. Gambaran secara garis besar mesjid kuno Jawa yang dibangun pada abad 15 dan 16 mempunyai ciri-cri sbb:
- atapnya bersusun lima 7
- bentuknya segi empat dan simetri penuh
- denahnya dikelilingi oleh kolam, yang digunakan sebagai air wudhu ketika
akan sembahyang.



Tinggalkan komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini